Memahami jenis kelas kebakaran merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum menentukan sistem proteksi maupun metode pemadaman api yang tepat. Banyak kegagalan dalam penanganan kebakaran terjadi bukan karena alat pemadam yang kurang baik, melainkan karena kesalahan dalam mengenali karakter api sejak awal. Oleh sebab itu, pemahaman dasar mengenai klasifikasi kebakaran tidak boleh diabaikan.
Selain itu, bagi pemilik gedung, pengelola fasilitas, maupun pelaku industri, pengetahuan tentang jenis kelas kebakaran menjadi syarat utama sebelum memasang APAR. Dengan mengetahui sumber pemicu api, risiko kerusakan aset dan ancaman keselamatan dapat ditekan secara signifikan. Karena alasan itulah, pemahaman ini sangat penting untuk diterapkan secara tepat.
Klasifikasi Kebakaran Berdasarkan Sumber Bahan Pemicu
Secara umum, jenis kelas kebakaran dibedakan berdasarkan bahan bakar utama yang memicu terjadinya api. Setiap kelas memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi penyebaran maupun metode pemadamannya. Oleh karena itu, proses identifikasi awal sangat menentukan keberhasilan penanganan kebakaran.
Berikut penjelasan lengkap mengenai masing-masing kelas kebakaran yang umum digunakan dalam sistem proteksi kebakaran.
1. Kelas Kebakaran A: Api dari Bahan Padat Mudah Terbakar
Kelas kebakaran A adalah kebakaran yang berasal dari material padat non-logam yang mudah terbakar. Contohnya meliputi kayu, kertas, kain, karton, serta dedaunan kering. Bahan-bahan ini sangat mudah ditemukan di rumah tinggal, perkantoran, sekolah, hingga gudang penyimpanan.
Ciri khas kebakaran kelas A adalah sisa pembakaran berupa abu atau arang. Karena itu, metode pemadaman yang digunakan umumnya berfokus pada pendinginan agar titik api tidak kembali menyala. Dalam praktiknya, kelas ini termasuk jenis kelas kebakaran yang paling sering terjadi di lingkungan sehari-hari.
2. Kelas Kebakaran B: Kebakaran Akibat Cairan Mudah Terbakar
Kebakaran kelas B disebabkan oleh cairan atau gas yang mudah terbakar, seperti bensin, alkohol, solar, thinner, cat, dan minyak goreng. Api pada kelas ini cenderung menyebar lebih cepat karena sifat cairan yang dapat mengalir mengikuti permukaan.
Penggunaan air secara langsung sangat tidak disarankan karena justru dapat memperluas area kebakaran. Oleh sebab itu, kelas B membutuhkan media pemadam yang mampu menutup permukaan bahan bakar dan memutus suplai oksigen secara efektif.
3. Kelas Kebakaran C: Kebakaran yang Berasal dari Sistem Listrik
Kelas kebakaran C terjadi akibat gangguan pada sistem kelistrikan, seperti korsleting, lonjakan daya, atau kerusakan komponen elektronik. Kebakaran ini sering terjadi pada panel listrik, mesin produksi, komputer, dan berbagai peralatan elektronik lainnya.
Meskipun terlihat kecil di awal, kebakaran listrik memiliki potensi bahaya yang besar. Oleh karena itu, penanganannya harus menggunakan media pemadam yang bersifat non-konduktif. Dalam konteks keselamatan, kelas ini termasuk jenis kelas kebakaran yang membutuhkan perhatian khusus.
4. Kelas Kebakaran D: Kebakaran Logam Reaktif
Kelas kebakaran D merupakan kebakaran yang dipicu oleh logam reaktif, seperti magnesium, sodium, potassium, dan lithium. Saat ini, risiko kebakaran lithium semakin meningkat seiring dengan penggunaan baterai pada perangkat elektronik dan kendaraan listrik.
Kebakaran jenis ini tidak dapat ditangani menggunakan air atau APAR standar. Bahkan, kesalahan penanganan dapat memperburuk kondisi kebakaran. Oleh karena itu, kelas D digolongkan sebagai jenis kelas kebakaran yang memerlukan alat pemadam khusus.
Rekomendasi APAR Sesuai Jenis Kelas Kebakaran
Setelah memahami karakteristik api, langkah selanjutnya adalah memilih APAR yang tepat. Pemilihan alat pemadam yang sesuai akan meningkatkan efektivitas pemadaman sekaligus mengurangi risiko lanjutan.
- APAR Powder (Serbuk Kimia Kering)
APAR powder dikenal sebagai APAR multipurpose karena mampu memadamkan jenis kelas kebakaran A, B, C, hingga D. Media ini bersifat non-konduktif dan efektif dalam memutus reaksi kimia api, sehingga banyak digunakan di berbagai sektor.
- APAR CO₂ (Karbon Dioksida)
APAR CO₂ sangat efektif untuk kebakaran kelas B dan C. Media gas ini bekerja dengan menurunkan kadar oksigen di sekitar api. Keunggulannya adalah tidak meninggalkan residu, sehingga aman digunakan pada peralatan elektronik dan area sensitif.
- APAR Foam
APAR foam menggunakan campuran air dan bahan pembusa yang bekerja dengan metode pendinginan dan pelapisan permukaan bahan bakar. Media ini efektif untuk kebakaran kelas A dan B, namun tidak dianjurkan untuk kebakaran listrik karena dapat memperparah korsleting.
Solusi Proteksi Kebakaran yang Tepat dan Terpercaya
Memahami jenis kelas kebakaran A, B, C, dan D merupakan fondasi utama dalam membangun sistem keselamatan yang optimal. Dengan pemilihan APAR yang sesuai dan perawatan rutin, potensi risiko kebakaran dapat dikendalikan secara maksimal.
Jika Anda membutuhkan solusi proteksi kebakaran yang profesional dan sesuai standar, segera hubungi kami untuk konsultasi. Reedfox siap membantu menyediakan APAR berkualitas serta layanan konsultasi terbaik untuk memastikan area Anda terlindungi secara optimal. Jangan menunggu risiko terjadi, pastikan keselamatan dimulai dari sekarang.












